Oke,
ini tulisan pertama gue. Kaku dan canggung banget, tapi whatever lah.
Ada yang hobi baca novel China? Terutama
novel tentang transmigrasi roh ke masa lalu. Gue sendiri suka banget sama novel
yang kayak gitu, apalagi kalo jalan cerita dan tokoh utamannya cerdas –cerdas
menghadapi rencana busuk lawannya. Bukan jenis Wuxia, yang penuh sama
jurus-jurus gak masuk akal –well, transmigrasi juga sebenernya gak masuk akal-
maksud gue cuman cerita yang emang latarnya jaman China dulu.
Web novel ‘To Be A Virtuous Wife’
juga termasuk novel China faverit gue, dikarang oleh Yue Xia Die Ying dengan
jumlah chapter 123 –yang untungnya gak sebanyak web novel china lain yang sampe
ribuan. Udah ada nerjemahin versi indonesia, yang setau gue masih on going.
Tapi versi inggrisnya udah tamat.
Ceritanya sendiri tentang, seorang
cewek dari dunia modern yang terlahir kembali ke tubuh gadis bernama Qu Qing
Ju, istri dari pangeran bernama He Heng.
Qu Qing Ju sendiri diceritakan
mempunyai kehidupan yang cukup menyedihkan. Sebelum menikah ayah kandungnya
tidak mempedulikannya, ibu tiri dan adik tirinya pun jahat. Setelah menikah pun
tidak berubah, ibu mertuanya dingin, suaminya tidak mencintainya dan malah
memiliki banyak selir. Karena sikap lembut dan baiknya juga, para pelayan juga
tidak menghargainya.
Kayaknya bukan ‘cukup’ deh, tapi
emang menyedikan banget.
Tapi roh baru di tubuh Qu Qing Ju
NGGAK PEDULI, yang ada dipikirannya hanyalah hidup nyaman dan bermalas-malasan.
Oke, gue suka banget sama MC yang kayak gini. Gak OP kegajean dan gila-gilaan
sama ML yang gak penting –iuuhhh....
Karena perubahan sikap istrinya,
He Heng pun merasa tertarik dan mencoba mengenal istrinya. Tapi sayangnya si Qu
Qing Ju ini gak mudah di taklukan. Oke, dia emang bersikap seperti istri saleh
biasanya, tapi He Heng tau kalo dia gak mendapati istri harinya. Dan dari
situlah perjalanan cinta keduanya dimulai.
Ceritanya sendiri seputar
keseharian Qu Qing Ju di wangfu,
acara-acara bangsawan, interaksi dia sama suaminya. Meski kadang ada rintangan,
mulai dari selir si He Heng yang nyebelin, ibu mertuanya, sampe rencana He Heng
yang ingin menjadi raja. Tapi dengan sikap ‘love
your self’-nya Qu Qing Ju, semuanya tampak memuaskan bagi gue sebagai
pembaca.
Pokoknya nih novel keren abis.
(-.^)b
Awalnya juga gue gak niat baca nih
novel, apalagi di sinopsisnya ada kalimat ‘enduring
his concubine’. Ewww... ngeliat kata ‘concubine’
aja udah ngebuat gue nyesek. Tapi setelah ngeliat tuh cover novel beberapa
kali, akhirnya gue pun membacanya, apalagi salah satu novel yang gue suka juga
di tulis oleh penulis yang sama.
Akhirnya... Tadaaa... Novel ini
gak mengecewakan. Keberadaan selir-selir
si He Heng juga gak terlalu nyebelin, karena pada dasarnya si He Heng
gak cinta sama tuh selirnya dan setelah ketemu perubahan Qu Qing Ju, dia malah
jadi gak peduli. Huahaha... #Plak #Dusun
Yeah, meski Qu Qing Ju bukan yang
pertama buat He Heng. Sedih juga sih ama fakta kalo ML-nya gak virgin. (T.T)
Tapi cukup realistis juga bagi cowok jaman baheula
buat punya banyak istri. Malah kalo dia cuman setia sama satu orang, istrinya
di anggap pencemburu dan suaminya di angggap takut istri –What the... banget
gak sih? (-_-).
Yang paling menarik dari novel ini
adalah karakter utamanya itu sendiri. Cewek yang realistis, dia bisa mengatasi
banyak masalah dengan rasional dan gak ngajak ribut orang tanpa alasan, dia gak
capek-capek punya niatan balas dendam sama masa lalu yang dasarnya bukan milik
dia, dia juga gak dipengaruhi sama cinta ML –karena roh di tubuh Qu Qing Ju gak
percaya sama cinta, apalagi dari cowok yang udah tidur sama banyak cewek. Poor He Heng.
Kalian gak bakal sakit hati deh
kalo baca cerita ini. Karena pada dasarnya, sikap Qu Qing Ju itu keren banget,
dan He Heng juga sangat memuja istrinya –sikap He Heng sama istrinya ini manis
banget cuy (>.< kyaaa...). Plot jahatnya juga gak kebangetan, plus
endingnya yang WAW.
Selain itu semua pemilihan kata
penulisnya pun menurut gue adem banget dan enak di baca, apalagi kalo
translatenya bagus. Ini versi bahasa inggrisnya mangaupdate.
Pokoknya rekomedasi deh.
Sekian dari gue.
Salam, Ran Raihan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar